Perbedaan Teknologi vs Engineering dalam STEAM

Munculnya istilah STEAM dalam konteks pendidikan membuat sebagian orang bertanya, "apa perbedaan Teknologi dan Engineering?".

STEAM singkatan dari Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematics dipercaya sebagai satu kesatuan subject yang harus diajarkan ke anak-anak untuk menjawab tantangan masa depan. Dalam konsep STEAM, kelima subject tersebut menjadi satu kesatuan. Hal ini sejalan dengan konsep thematic dan project based learning yang sedang dikembangkan dalam kurikulum nasional.

Untuk Science, Art dan Mathematics sudah jelas perbedaannya. Tetapi apakah perbedaan Teknologi dan Engineering?

Keduanya memang sering ketukar-tukar, bahkan cenderung saling menggantikan. Namun sebetulnya ada perbedaan di antara keduanya.

Teknologi Komputer, Teknologi Internet dan Teknologi Nuklir adalah teknologi yang sering kita dengar. Kita menyebut Teknologi untuk sesuatu yang merupakan hasil engineering yang berulang-ulang dan telah mapan.

Engineering, atau rekayasa dalam bahasa Indonesia adalah suatu proses, misalnya proses pembuatan. Kita bicara software engineering ketika kita bicara bagaimana suatu software dibangun. Kita bicara rekayasa pembuatan komputer, pembuatan robot, dan lain-lain. Tetapi di lain pihak kita bisa menyebut teknologi robot ketika kita bicara hal-hal terkait robot yang sudah mature dan diterima masyarakat.

Blog ini sebetulnya salah satu penerapan dari STEAM minus Art. Ya, memang art sekarang dimasukkan ke dalam STEAM dari yang sebelumnya hanya STEM karena dianggap art juga merupakan satu kesatuan. Kita tahu bagaimana produsen mobile phone seperti Apple memasukkan faktor art ini dalam rekayasa pembuatan handphone.

Bicara tentang Arduino, apakah itu masuk teknologi atau engineering? Keduanya, tergantung sedang membahas apa? Kita ketahui bahwa Arduino merupakan salah satu produk teknologi mikrokontroler dan dengan arduino kita bisa melakukan engineering membuat peralatan seperti smarthome atau smart vehicle.