Capability dan Maturity dalam CMMI

Dalam CMMI (Capability Maturity Model Integration) terdapat istilah capability (kemampuan) dan maturity (kematangan). Apa bedanya? Kapan istilah ini harus digunakan? 

Untuk menjelaskan dalam kontek CMMI, agar lebih mudah saya ingin mengambil contoh tingkat kematangan atau kedewasaan dari seorang wanita. Seorang wanita bisa kita katakan beranjak dewasa, dewasa atau sangat dewasa tergantung kepada beberapa kemampuan yang dimilikinya.

Misalnya, kita bisa katakan seorang wanita tersebut dewasa apabila memiliki kemampuan sbb:

  • berkomunikasi,
  • mengurus rumah
  • masak
  • mengatur keuangan
  • dan kemampuan-kemampuan lainnya

Jadi ketika kita bicara kemampuan, maka kita bicara area yang spesifik, misalnya kemampuan memasak seperti contoh di atas. Sedangkan ketika kita bicara kematangan, maka kita bicara satu set kemampuan. Kita tidak bisa mengatakan kematangan dalam mengurus rumah misalnya. Mengurus rumah adalah area spesifik, kita bicara kemampuan.

Kembali ke CMMI, konsepnya sama dengan yang disebutkan di atas kita bicara kemampuan pada area spesifik yang disebut Process Area (PA), misalnya PA Requirement Management. Sedangkan ketika kita bicara kematangan, maka kita harus merujuk kepada satu set (sekumpulan) kemampuan pada PA.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan kematangan tingkat-2 pada CMMI-dev, maka kita harus memiliki kemampuan tingkat-2 pada Proses Area di bawah ini :

  1. Project Plan
  2. Project Monitoring & Control
  3. Requirement Management
  4. Configuration Management
  5. Product & Process Quality Assurance
  6. Measurement & Analysis
  7. Supplier Agreement Management

Perhatikan bahwa untuk bisa dikatakan matang, kita harus memiliki semua kemampuan pada PA di atas. Sehabat-hebatnya kita dalam melakukan Project Plan, kita belum bisa disebut matang jika tidak dilengkapi dengan kemampuan Project Monitoring dan Control dan PA lainnya.

Baik capability maupun maturity memiliki tingkatan (level) yang menunjukkan makin tinggi levelnya makin bagus.

Untuk memahami level-level dalam maturity mau tidak mau kita harus memahami tingkatan dalam kemampuan.

Capability dalam CMMI memiliki tingkatan mulai dari 0 sampai tertinggi tingkat-3

  • Kemampuan tingkat 0, artinya tidak mampu "incomplete". Satu atau lebih goal dalam suatu proses area tidak bisa dipenuhi.
  • Kemampuan tingkat 1 disebut "performed". Artinya semua goal dalam proses area tersebut terpenuhi dengan cara apapun, termasuk karena kebetulan punya project manager dan programmer yang hebat
  • Kemampuan tingkat 2 disebut "managed" karena semua goal bisa dicapai bukan karena kebetulan tetapi karena dilakukan dengan proses yang benar, melalui suatu perencanaan dan pelaksanaan yang baik
  • Kemampuan tingkat 3 disebut "defined" adalah level tertinggi suatu kemampuan. Suatu organisasi dikatakan memiliki kemampuan tingkat-3 untuk suatu PA juga semua goal tersebut bukan saja dapat dicapai melalui pengelolaan yang baik, tetapi proses pengelolaan ini sudah mengacu kepada suatu standard yang ditentukan oleh organisasi. Istilah "defined" di sini karena semua proses sudah terdefinisi melalui suatu SOP, template, guideline, dll.

Sedangkan maturity (kematangan) dalam CMMI memiliki tingkatan mulai dari 1 sampai 5. Perhatikan bahwa tidak ada maturity level 0, karena level maturity dimulai dari level-1 yaitu initial.

  • Kematangan tingkat-1 atau initial adalah level paling bawah yang biasanya dapat terindikasi dari proses yang chaos, ketergantungan kepada "hero" sangat besar. Penyelesaian suatu project sangat sulit diprediksi, sering molor, over budget atau quality yang buruk.
  • Kematangan tingkat-2 atau managed menujukkan bahwa suatu organisasi sudah mulai mampu mengelola suatu project. 
  • Kematangan tingkat-3 "defined", sesuai namanya, semua proses yang terkait telah terdefinisi dengan baik. Keberadaan kebijakan, SOP, template dan guide menjadi ciri dari tingkat-3 kematangan ini. Siapapun yang terlibat dalam suatu project diharapkan dapat menghasilkan outcome yang bisa diprediksi.
  • Kematangan tingkat-4 disebut "quantitatively managed", karena selain semua proses sudah terdefinisi, juga tedapat pengukuran-pengukuran yang relavan untuk mengelola proyek ini dengan lebih akurat.
  • Kematangan tingkat-5 atau disebut "optimizing" adalah level kematangan tingkat tertinggi. Tingkatan ini hanya dimiliki oleh organisasi yang selalu melakukan improvement sehingga outcome dari proyek selalu meningkat.

Bagaimana cara mencapai kematangan tingkat-2?

Seperti disebutkan di atas, untuk mencapai kematangan level-2, suatu organisasi harus dapat menunjukkan bahwa organisasi tersebut memiliki kemampuan tingkat-2 untuk 7 proses area tersebut (untuk CMM-dev)

Dan untuk mencapai kematangan tingkat-3, maka organisasi tersebut harus dapat pemunjukkan memiliki kemampuan tingkat-3 untuk 18 proses area tertentu (CMMI-dev). Ke-18 area tersebut adalah 7 PA pdi atas ditambah:

  1. Decision Analysis and Resolution
  2. Integrated Project Management
  3. Organizational Process Definition
  4. Organizational Process Focus 
  5. Organizational Training 
  6. Product Integration 
  7. Requirements Development 
  8. Risk Management 
  9. Technical Solution 
  10. Validation
  11. Verification

Perhatikan bahwa untuk naik ke kematangan tingkat-3 dari tingkat-2, selain menambah 11 PA, juga ada penambahan tingkat kematangan menjadi tingkat-3. Dan in juga berlaku untuk 7 PA yang ada di kematangan tingkat-2 harus diupgrade menjadi masing2 memiliki kemampuan tingkat-3

Tags: