Mengapa Diagram Proses Harus Standar?

Kehadiran BPMN adalah dalam rangka menstandarkan pembuatan diagram proses bisnis (BPD). Tapi, kenapa sih kita harus buat standard?

Untuk ilustrasi, saya tampilkan di bawah ini diagram proses pembuatan APBD yang saya temukan melalui googling

.

 

Seperti terlihat pada 4 diagram di atas, semuanya memiliki notasi dan cara penulisan yang berbeda-beda. Diagram tersebut walaupun bisa dimengerti oleh sebagian, namun memiliki resiko kesalahan dalam menafsirkannya bagi orang lain yang tidak mengerti.

BPMN hadir untuk menstandarkan pembuatan diagram ini sehingga semua stakeholder dapat memahami diagram yang dibuat. Bukan cuma notasi nya saja (bentuk-bentuk elemen diagramnya), tetapi juga dilengkapi dengan satu set aturan yang diambil dari best practice seperti bagaimana pool dan lane dibentuk, adanya start dan end event untuk setiap diagram, dll.

Sebetulnya sudah ada Peraturan Menteri PAN dan RB yang mengatur standarisasi penulisan tatalaksana (business process) ini, yaitu  PermenPAN dan RB No: 12 Tahun 2011 namun nampaknya belum disosialisasikan dengan baik. Akibatnya masing2 instansi pemerintah menggambarkan binis prosesnya tidak menggunakan standar ini. Padahal Permen tersebut juga dilengkapi dengan buku panduannya yang cukup rinci seperti ini http://rb.ristek.go.id/pdf_upload/20111016221628_buku6.pdf

BPMN menstandarkan notasi diagram

  1. bentuk-bentuk elemen (start, activity, gatewway, dll)
  2. konvensi penamaan
  3. cara penggambaran (data, flow, dll)
  4. Interaksi antar aktor

 

Tags: